Techno

    Qualcomm Gandeng CXMT China untuk Kembangkan DRAM Khusus Smartphone

    oleh Aqim Mustaqim12 April 2026 3 menit baca
    Qualcomm Gandeng CXMT China untuk Kembangkan DRAM Khusus Smartphone
    Share: Facebook𝕏 Post WhatsApp Telegram

    Banner Ad 728×90

    Advertisement

    Industri smartphone global sedang menghadapi tekanan serius. Kelangkaan chip DRAM bukan sekadar isu teknis, ini sudah menyentuh harga jual perangkat yang dipakai jutaan orang setiap hari. Di tengah situasi ini, sebuah laporan dari JoongAng Ilbo, salah satu surat kabar paling berpengaruh di Korea Selatan, membawa kabar yang mengubah peta persaingan industri semikonduktor global secara signifikan.

    Qualcomm dilaporkan sedang bekerja sama langsung dengan CXMT, produsen DRAM asal China, untuk mengembangkan chip memori khusus yang dirancang bagi perangkat mobile. Kolaborasi ini bukan sekadar langkah bisnis biasa. Ini adalah respons nyata terhadap krisis memori yang sudah berlangsung cukup lama dan semakin mempersulit produsen smartphone di seluruh dunia.

    Akar masalahnya ada pada pergeseran prioritas industri semikonduktor global. Kapasitas produksi DRAM yang ada saat ini sebagian besar dialokasikan untuk memproduksi High Bandwidth Memory (HBM), jenis memori berperforma tinggi yang dibutuhkan untuk beban kerja kecerdasan buatan. Akibatnya, segmen smartphone kelas bawah dan menengah terdampak paling keras karena keterbatasan ruang gerak dalam penetapan harga. Biaya DRAM kini mencapai 35 persen dari total Bill of Materials sebuah handset entry-level, sementara biaya NAND menambah 19 persen lagi. Angka-angka ini menunjukkan betapa rentannya posisi produsen perangkat terjangkau saat ini.

    Qualcomm sendiri sebenarnya sudah memberikan sinyal ke arah ini lebih awal. Dalam earnings call Q1 FY2026 pada Februari 2026, CEO Cristiano Amon menyatakan bahwa Qualcomm berada dalam status qualified dengan semua pemasok memori, termasuk CXMT. Artinya, fondasi teknis untuk memasangkan chip aplikasi Qualcomm dengan memori CXMT sudah tersedia. Pernyataan itu kini mendapat konteks yang jauh lebih dalam setelah laporan terbaru ini muncul.

    Sebuah sumber yang dekat dengan JoongAng Ilbo menyebutkan bahwa penyebutan CXMT oleh CEO Qualcomm bukan kebetulan, dan keduanya memang sedang bersama-sama mengembangkan memori mobile khusus. Qualcomm sendiri tidak merespons permintaan komentar dari Joong Ang Ilbo.Ketiadaan respons resmi ini, dalam banyak kasus industri, justru menjadi konfirmasi tidak langsung yang cukup kuat.

    Dari sisi teknis, chip yang dikembangkan kemungkinan besar bertipe LPDDR, yaitu standar DRAM mobile yang umum digunakan. Namun belum ada detail yang diungkap mengenai teknologi spesifik yang terlibat maupun tahap pengembangan saat ini. Yang sudah jelas adalah bahwa CXMT bukan lagi pemain kecil yang patut diremehkan.

    CXMT, yang berbasis di Hefei, telah memulai produksi massal LPDDR5X, jenis DRAM canggih yang banyak digunakan di perangkat mobile. Lini LPDDR5X mereka mencakup chip dengan kecepatan 8.533 Mbps, 9.600 Mbps, hingga 10.667 Mbps. Ini bukan sekadar produk percobaan. Kapasitas produksi CXMT sudah tumbuh menjadi sekitar 720.000 wafer per kuartal pada akhir 2025, dan perusahaan kini mengoperasikan tiga pabrik DRAM berdiameter 12 inci.

    Pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang paling diuntungkan dari kolaborasi ini. Mengingat CXMT adalah perusahaan China, produsen smartphone seperti Vivo, Oppo, dan Xiaomi kemungkinan menjadi pihak pertama yang menikmati hasil dari kolaborasi ini. Sebagian besar chip memori yang dihasilkan kemungkinan hanya akan masuk ke pasar smartphone China. Namun dampaknya terhadap rantai pasokan global tidak bisa diabaikan begitu saja.

    Jika kolaborasi ini berhasil menghasilkan DRAM mobile berkualitas tinggi dalam volume yang cukup besar, tekanan harga pada segmen smartphone kelas bawah dan menengah berpeluang mereda. Itu adalah kabar baik bagi produsen perangkat, dan pada akhirnya, bagi konsumen yang selama ini menanggung kenaikan harga akibat kelangkaan memori ini. Perkembangan ini patut terus dipantau, karena arahnya bisa mengubah cara industri smartphone global menyusun rantai pasokan mereka dalam beberapa tahun ke depan.

    In-Article Ad

    Advertisement

    Komentar (0)

    Login untuk berkomentar

    Login

    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

    Tetap Terupdate

    Jangan Ketinggalan Berita Terbaru!

    Dapatkan berita teknologi dan review gadget terbaru langsung di email Anda setiap minggu.

    Kami menghargai privasi Anda. Batalkan langganan kapan saja.

    Artikel Terkait

    KENALI MISI TECHDUT LEBIH DALAM

    BACA SELENGKAPNYA
    TechDut

    TechDut adalah portal berita gaming dan teknologi Indonesia. Kami menyajikan konten berkualitas seputar game, gadget, esports, dan perkembangan teknologi terkini untuk gamer dan tech enthusiast.

    Berlangganan Newsletter

    Dapatkan update artikel terbaru langsung di inbox Anda.

    © 2026 TechDut. All rights reserved.